Bangkitdan Menjadi Terang. 818 likes. Community
Yesaya60:1-22 (Ayat 1) Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Ayat bacaan di atas menyuruh umat Tuhan untuk bangkit dan menjadi terang. Tuhan rindu umat-Nya menjadi terang dalam kehidupannya di mana dunia tidak dikuasai si jahat dan berada dalam kegelapan.
MenjadiTerang Bagi Dunia. Lagu ini dikenal dengan judul Yesus Menginginkan Daku, dari KJ 424, ayat 1 dan 4. Sesuai dengan tema Jumatan kali ini, "Mahasiswa Terang", lagu ini mengajak kita semua untuk menjadi terang atau bersinar bagi Dia di manapun kita berada. Sebagai acuan, yaitu apa yang dilakukan oleh Daniel di Istana Babel.
Bangkitlah menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
BangkitlahMenjadi Teranglah December 8, 2013 by GPdI Bethlehem Yesaya 60:1-2 "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu".
a Yesus Kristus adalah Pencipta. Yesus Kristus sebagai Pencipta sebenarnya sudah dinyatakan sejak permulaan Kitab Kejadian, "Pada mulanya Allah (Elohim) menciptakan langit dan bumidan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah, "Jadilah terang.". Lalu terang itujadi." (Kejadian 1:1-3).
Judul: Bangkit dan menjadi terang, Kemuliaan Tuhan terbit atasmuPengkotbah: Ps. Nita Setiawan-----
Lb2FWzk. Bangkit dan Menjadi Terang 426 PM Khotbah Kristen 0 Comments Pembacaan Firman Yesaya 601 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu” Selama kita berada didalam gereja terang itu jumlahnya banyak akan tetapi kegelapan hari demi hari ternyata semakin nyata. Firman Tuhan kali ini merupakan seruan kepada kita untuk bangkit dan menjadi terang, karena orang percaya harus ada keberanian untuk menyatakan terang tersebut. Di dunia ini banyak visi dan misi yang dirancangkan oleh manusia dan bisa saja hal itu tidak dilaksanakan akan tetapi visi dan misi yang diungkapkan oleh Tuhan pasti akan terjadi. Orang Kristen harus berani menyatakan bahwa kita adalah terang yang bercahaya menutupi bumi. sumber gambar Kemuliaan Allah terbit bagi setiap orang percaya Markus 1617. Orang percaya harus kelihatan terangnya melalui cara hidup sehari-hari yang mencerminkan kebenaran berdasarkan kasih Tuhan Yesus Kristus. Terang itu harus bercahaya di luar gereja dalam arti kita dapat menjadi saksi dimana kita berada sehari-hari sehingga melalui cara hidup kita maka orang lain dapat kita menangkan untuk kemuliaan Tuhan. Matius 1618 Tuhan Yesus menyatakan bahwa diatas batu karang ini aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak dapat mengganggunya. Ini dasar dari orang percaya yang berdiri diatas batu karang dan jangan kita hanya terfokus pada kehidupan jasmani. Pandangan yang keliru dari kekristenan membawa kita jauh dari memancarkan terang yang dari Allah. Tuhan menginginkan kita untuk membawa damai sehingga banyak orang yang boleh diselamatkan dan kita akan disebut anak-anak Allah. Damainya orang Kristen harus dapat dirasakan atau dipancarkan dimanapun kita berada dan apapun yang Tuhan percayakan bagi kita. Bangkit dan menjadi terang jangan hanya di bibir saja melainkan harus dapat dilihat. Yang menjadi pokok bagi kita adalah meraih kunci kerajaan sorga karena dengan kita memiliki kunci kerajaan sorga Firman Tuhan mengatakan bahwa kita mendapatkan janji-janji yang Tuhan janjikan yaitu kita dapat berkata-kata dengan bahasa Roh dan mendapat kuasa mengusir setan. Cara hidup kita harus nampak karena dengan itu maka buah-buah Roh didapati dalam kehidupan kita. Galatia 522 Ketika kita mendapatkan buah-buah Roh maka kita dapat melakukan perbuatan yang besar untuk kemuliaan Tuhan. Markus 1617-18 menjelaskan bahwa kita sebagai orang-orang yang percaya harus memiliki tanda-tanda sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Yesaya 601-2 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu”. Untuk menjadi terang terlebih dahulu kita harus memiliki terang itu, kalau kita tidak memiliki terang itu maka kita kita tidak mungkin bisa menjadi terang. Saya tidak mungkin bisa memberi sesuatu kepada seseorang jika sesuatu itu tidak ada pada saya. Saya akan dapat memberikan seratus ribu rupiah kepada seseorang karena saya memiliki uang lebih dari seratus ribu rupiah. Kita akan menjadi terang karena terang itu akan menjadi milik kita dan insane kristiani gereja Tuhan saudara dan saya kita telah diberikan sebuah tanggung jawab oleh Tuhan yaitu menjadi terang. Dimanapun kita berada baik itu di dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan atau dalam satu komunitas harus membagikan terang itu , mengapa? Karena pada dasarnya dunia ini telah ditutupi oleh kegelapan ayat 2 “…Sebab sesungguhnya, kegelapan, menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”Kekelaman telah menutupi bangsa-bangsa itulah yang terjadi hari ini, bukan hanya bangsa kita saja yang memprihatinkan tetapi ada begitu banyak bangsa di dunia ini yang telah ditutupi oleh kekelaman. Marilah kita tampil sebagai gereja Tuhan dengan menjadi terang, untuk kata “MENJADI TERANG” ini adalah kata yang merespon sesuatu apa yang telah Tuhan siapkan yaitu TERANG. Terang itu sudah Tuhan siapkan dan kita tidak akan pernah memiliki terang itu kalau kita hanya melihat. Saya menyiapkan makanan enak dan memiliki harga yang cukup mahal dan telah disediakan diatas meja, semua orang bisa mencium aroma masakan tersebut, apakah anda telah kenyang dengan mencium? Apakah anda telah kenyang dengan melihat? Apakah anda telah kenyang dengan meraba? Tidak! Anda harus mengambil, karena itu sudah diberikan kepada saudara dan menikmatinya barulah saudara merasakan nikmatnya makanan tersebut , begitulah dengan terang Tuhan. Dia datang sebagai TERANG ditengah-tengah kegelapan dan prose situ secara manusia berat untuk dijalani. Filipi 26-10 “Yang walaupun dengan rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama”.Dia adalah Allah tetapi tidak menganggap kesetaraan-Nya sebagai Allah itu sebagai hak yang harus dipertahankan itu adalah proses melainkan mengosongkan diri-Nya menjadi seorang hamba. Supaya kita yang diperbudak oleh dosa bangkit untuk meresponi TERANG dan kita memiliki terang untuk dibagikan kepada orang lain. Diberkati untuk memberkati, jika kita diberkati harus bisa menjadi terang kepada orang-orang lain dimanapun kita berada. Contoh ini ada di Natal yang mula-mula Lukas 28-11 “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan”. Gembala itu adalah pekerjaan yang telah dimulai dari zaman Habel Kejadian 4 , telah sekian tahun pengembalaan itu di dalam Alkitab dan Daud berkata bahwa seorang gembala harus memiliki hati yang tulus. Ketika para gembala-gembala itu mendengar berita sukacita yang telah disampaikan oleh Malaikat tersebut, maka para gembala begitu senang dan memuji-muji Allah dan membearitakan kabar baik itu kepada semua orang yang ada di sekitar mereka. Kita semua yang telah percaya kepada Tuhan adalah gembala-gembala minimal kita harus mengembalakan diri kita ini juga telah dilanda ketakutan, sehingga ada banyak orang-orang yang dilanda ketakutan yaitu; ada orang yang takut gagal, takut mati, takut diremehkan atau dikucilkan, takut kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. Tuhan tidak pernah memberikan roh ketakutan kepada anak-anak-Nya, sebab Roh yang dimiliki oleh Tuhan adalah Roh yang membangkitkan dan memberikan keberanian 2 Timotius 17. Oleh sebab itu jangan sampai rasa takut itu menguasai seluruh kehidupan kita sebab, ketakutan dapat mencuri sukacita kita, ketakutan dapat melemahkan iman kita, ketakutan dapat menghilangkan kebahagiaan dan ketakutan bisa menimbulkan penyakit di dalam tubuh kita. Apapun persoalan, kesulitan yang saudara hadapi hari-hari ini jangan pernah takut karena Yesus telah lahir bagi setiap umat-umat yang percaya kepada-Nya. Terang yang dari Tuhan adalah suatu kebenaran, kebaikan dan terang itu sangat perduli dengan orang lain, sebab itulah Alkitab berkata “Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan”. Dimanapun kita berada biarlah hidup kita ini mampu untuk memancarkan terang itu kepada semua orang.
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Yesaya 601-3 Di dalam 2 Timotius 3 1-5 dikatakan bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Masa yang sukar ini adalah masa kegelapan. Banyak orang sudah kehilangan arah dan tujuan karena berjalan dalam kegelapan. Kegelapan sudah dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar. Orang dunia menyebut kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan. Ini disebabkan karena mereka mematuhi penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang bekerja di antara orang-orang durhaka. Itulah kegelapan yang menutupi bangsa-bangsa, yang akan membawa manusia kepada kebinasaan. “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa” Yes. 602a. Kegelapan yang dimaksud adalah kematian rohani akibat dosa yang menyebabkan hubungan manusia dengan Allah terputus. Pikirannya sia-sia, tidak ada pengenalan akan kebenaran, hatinya menjadi bodoh atau bebal, hidup dalam ikatan, dan dibutakan oleh ilah jaman ini. Kegelapan membuat manusia tersandung, hidup dalam ketakutan, kebingungan, kekacauan dan kejahatan. Karena begitu besar kasih Allah akan mereka yang terhilang, Ia mau agar orang percaya bangkit dan menjadi terang supaya bangsa-bangsa dibawa kepada keselamatan dalam Kristus Yesus. 1. Allah adalah Terang “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yohanes 812 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Yohanes 14-5 Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan 1 Yohanes 15. Ia mau supaya kita memancarkan terangNya, dengan menjadi semakin menyerupai Kristus. Jika kita hidup dalam terang firman, maka terang itu akan menerangi kegelapan dalam hati dan jiwa sehingga kita dituntun kepada jalan kebenaran. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Ibrani 412 “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 831-32 Ia membuat terang firmanNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. “Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” 1 Yohanes 16-7 Berjalan dalam terang berarti mengenal Allah, saling mengasihi, hidup dalam kebenaran, dalam pertobatan dan kemerdekaan sejati. Orang yang hidup dalam persekutuan dengan Tuhan akan memancarkan terang itu sehingga banyak orang bisa mengecap kasih Allah dan percaya kepada Injil keselamatan. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Yes. 603 2. Diproses untuk dapat bangkit dan menjadi terang Arti kata bangkit adalah bangun dari tidur dan berdiri tegak menjalankan fungsinya sebagai terang di tengah kegelapan dunia. Orang yang sedang tidur tentu tidak dapat beraktivitas guna menjalankan fungsinya. Demikian pula orang percaya yang dikatakan tertidur. Ciri-ciri orang percaya yang sedang tertidur adalah pertama, hidup dalam zona nyaman sehingga kehilangan kasih yang semula. Kedua, tidak mengalami transformasi. Hidupnya masih sama dengan yang dulu menjadi bayi rohani terus, tidak ada perubahan. Ketiga, tidak mengerti dan menjalankan fungsinya sebagai bagian dari tubuh Kristus, artinya tidak berjalan dalam panggilan Tuhan. Keempat, tidak berjaga-jaga. Hidup sarat dengan pesta pora, kemabukan serta kepentingan duniawi. Kelima, tidak berdoa dan minta pimpinan Roh Kudus. “Itulah sebabnya dikatakan “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Efesus 514 “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” Efesus 511 Bagaimana cara menelanjangi perbuatan kegelapan? Jawabnya, dengan hidup sebagai anak-anak terang yang tidak kompromi dengan dosa. Kita baru dapat menjadi terang apabila terang Tuhan terlebih dulu terbit atas kita. Prinsip dan gaya hidup orang yang berjalan dalam terang kebenaran akan sangat berbeda dengan mereka yang berjalan dalam kegelapan. “Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.”Efesus 513. Seperti sebuah lilin harus dibakar untuk dapat berfungsi sebagai terang, kitapun harus dimurnikan melalui proses dan ujian iman berupa masalah, penderitaan, penganiayaan, kemustahilan, kelemahan, keadaan sedang diberkati, dsb. Tujuan Allah mengijinkan ujian dan angin ribut terjadi dalam hidup kita A. Menyingkapkan hal yang tersembunyi. Kadang kita tidak bisa melihat keadaan diri yang sebenarnya jika tidak disingkapkan oleh Roh Kudus. “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” Amsal 162. Tuhan memakai angin ribut untuk menampakkan hal-hal yang tersembunyi dalam hati dan batin kita untuk membuat kita sadar, bertobat, waspada dan semakin mengandalkan Tuhan. B. Memurnikan iman. Seperti seorang bapak, Allah menghajar dan menyesah orang yang dikasihi serta diakuiNya sebagai anak. Roh Kudus akan memurnikan kita agar hawa nafsu kedagingan serta hal-hal yang kotor dalam hidup kita disingkirkan. Ia melakukannya demi kebaikan agar kita beroleh bagian dalam kekudusanNya. C. Memperlebar kapasitas dan menyempurnakan iman. “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Yakobus 12-4 Pelaut handal terbentuk dari ombak besar dan badai, bukan dari kolam dangkal. Orang percaya bukanlah anak-anak gampang. Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi tangguh yang cakap menanggung segala perkara. Melalui angin ribut, iman kita diperlebar kapasitasnya dan disempurnakan agar menghasilkan buah; ada yang 100, 60 dan 30 kali lipat Matius 1323. Ketika kita berbuah banyak, di situlah Allah Bapa dipermuliakan Yohanes 158. “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” Ibrani 122a D. Mengenal Tuhan lebih dalam. Angin ribut membawa kita semakin mengenal Tuhan melalui kuasa firmanNya. Dan heranlah orang-orang itu, katanya “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” Mat. 827. Ingatlah bahwa apapun yang diijinkan terjadi, Tuhan ada dalam perahu hidup kita. Sadari dan hormati keberadaan Pribadi Roh Kudus yang berdiam di dalam kita. Jangan padamkan hadirat Allah dalam hidup kita agar kita mampu mengatasi badai bersama Dia. Pengenalan akan Tuhan membuat kita tidak dikuasai ketakutan. Kita hidup oleh iman dalam kasih karunia, bukan dengan pengertian dan kekuatan kita sendiri. E. Bertindak dalam kuasa dan otoritas ilahi. Firman Tuhan berkuasa mengatasi atau melampaui hukum alam yang secara fisik terlihat mata. Angin ribut tunduk kepada perintah Tuhan Matius 826b, Markus 439. Ini yang disebut mukjizat. Sebagai anak-anak Allah, kita telah diberi kuasa dan otoritas untuk menghardik badai masalah dan membawa atmosfir kehidupan melalui doa, deklarasi firman serta bertindak sesuai kehendak Bapa. Orang percaya telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan untuk menjadi saksi Kristus dan memberitakan Injil Keselamatan. Untuk menjadi saksi, kita harus mengalami transformasi oleh kuasa firman melalui proses dan ujian. Transformasi akan membuat terang Tuhan terpancar dan hidup yang menghasilkan buah-buah kebenaran. Perhatikanlah supaya terang yang ada pada kita jangan menjadi kegelapan dengan kita menjadi sama dengan dunia ini. Jangan turut ambil bagian dalam perbuatan kegelapan, tapi hiduplah sebagai anak-anak terang. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Yohanes 516 Gereja Tuhan, bangkitlah dan menjadi teranglah! image source
Adalah kesempatan istimewa saya untuk berbagi malam ini bersama Anda. Setiap tanggal 1 Januari saya dengan semangat menantikan pengumuman tentang tema Kebersamaan yang baru. Meskipun demikian, saya selalu meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi apakah saya telah menguasai pelajaran-pelajaran tentang tema tahun-tahun sebelumnya. Untuk sejenak, mari mengkaji ulang tema-tema terakhir “Biarlah kebajikan mengisi pikiranmu dengan tidak ada hentinya,”1 “Tabah dan tak tergoyahkan, selalu berlimpah ruah dalam pekerjaan baik,”2 “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya,”3 “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,”4 dan Pasal-Pasal Kepercayaan 113 “Kami percaya harus jujur, benar, suci, baik hati, bajik, dan melakukan kebaikan kepada semua orang.”5 Menelaah dan berfokus pada tulisan suci ini selama setahun penuh telah mengizinkan mereka untuk menjadi bagian dari hati kami, jiwa kami, dan kesaksian kami. Kami berharap Anda akan terus mengikuti bimbingannya sewaktu kita mengalihkan fokus kita pada tema Kebersamaan Tahun 2012, yang terdapat dalam Ajaran dan Perjanjian. Judul untuk bagian 115 menjelaskan tahunnya adalah 1838, dan tempatnya adalah Far West. Joseph Smith “menyingkapkan kehendak Allah mengenai pembangunan tempat itu dan rumah Tuhan.” Nabi optimis dan berbesar hati. Di ayat 5, dimana kita menemukan tema tahun ini, Tuhan berfirman kepadanya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu semua Bangkit dan bersinarlah, agar terangmu boleh menjadi standar bagi bangsa-bangsa.” Apa pendapat Anda ketika Anda mendengar kata bangkit? Secara pribadi, saya memikirkan Anda—para remaja agung Gereja. Saya membayangkan Anda dengan tekun bangkit dari tempat tidur Anda setiap pagi untuk seminari pagi-hari. Saya melihat Anda dengan setia bangkit dari lutut Anda setelah menyelesaikan doa harian Anda. Saya memikirkan Anda dengan berani bangkit untuk membagikan kesaksian Anda dan membela standar-standar Anda. Saya terilhami dengan komitmen Anda pada Injil dan teladan baik Anda. Banyak dari Anda telah menerima undangan ini untuk bangkit dan bersinar, dan terang Anda mendorong orang lain untuk melakukan yang sama. Salah satu cara paling hebat kita dapat bangkit dan bersinar adalah untuk dengan penuh percaya diri menaati perintah-perintah Allah. Kita belajar dari perintah-perintah ini dalam tulisan suci, dari para nabi zaman modern, dan dalam halaman-halaman buklet Untuk Kekuatan Remaja. Anda masing-masing hendaknya memiliki buklet itu. Dalam buklet pribadi saya, saya telah melingkari kata-kata untuk dan Anda, sebagaimana yang diajarkan kepada saya oleh seorang teman yang saya hormati. Tindakan sederhana ini mengingatkan saya bahwa standar-standar ini bukan sekadar petunjuk umum—itu secara khusus adalah untuk saya. Saya berharap Anda akan meluangkan waktu untuk melingkari kata-kata itu dalam buklet Anda sendiri, membaca halaman demi halaman, dan merasakan Roh bersaksi bahwa itu adalah untuk Anda juga. Mungkin ada dari Anda yang tergoda untuk mengabaikan atau menolak standar-standar dalam Untuk Keuatan Remaja. Mereka mungkin melihat buklet itu dan berkata, “Lihatlah, Bu, buku itu tidak membahas tentang [isi dengan isu terkini].” Atau mereka mungkin membenarkan diri mereka sendiri, “Apa yang saya lakukan tidaklah seburuk itu. Saya pasti tidak seburuk itu [sisipkan nama seorang teman atau kenalan].” Presiden Harold B. Lee mengajarkan, “Perintah terpenting dari semua perintah Allah adalah perintah yang sekarang paling sulit Anda patuhi.”6 Raja Benyamin menjelaskan, “Aku tidak dapat memberi tahu kamu segala sesuatu yang dengannya kamu bisa berbuat dosa; karena ada berbagai ragam jalan dan cara, bahkan sedemikian banyak sehingga aku tidak dapat menghitungnya.”7 Jika Anda berjuang dengan mematuhi standar-standar dan perintah-perintah ini, saya mengimbau Anda untuk mencari dukungan dalam Injil. Bacalah tulisan suci Anda. Luangkanlah waktu di situs web resmi Gereja, untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan Anda. Berbicaralah dengan orang tua Anda, pemimpin Gereja Anda, dan mereka yang bersinar terang sewaktu mereka menjalankan Injil. Berdoalah. Curahkanlah hati Anda kepada Bapa Surgawi Anda, yang mengasihi Anda. Gunakanlah karunia pertobatan setiap hari. Layanilah sesama. Dan yang paling penting, dengarkan dan patuhilah bisikan Roh Kudus. Presiden Thomas S. Monson mendorong kita semua dengan kata-kata berikut, “Sahabat-sahabat muda saya, jadilah kuat …. Anda tahu apa yang benar dan apa yang salah, dan tiada samaran, betapa pun menggiurkannya, dapat mengubah itu …. Jika teman-teman Anda mendorong Anda untuk melakukan apa pun yang Anda tahu salah, Andalah yang harus membela kebenaran, bahkan jika Anda sendirian.”8 Bapa Surgawi tidak ingin kita memandang dunia dan mengikuti trennya yang terus berubah. Dia ingin kita memandang kepada-Nya dan mengikuti bimbingan-Nya yang tidak berubah. Dia ingin kita menjalankan Injil dan memimpin orang lain padanya dengan memberikan standar-standar yang tinggi. Tulisan suci menyediakan banyak contoh hebat untuk mengilustrasikan gagasan ini. Dalam kitab Hakim-Hakim dalam Perjanjian Lama, kita belajar mengenai Simson. Simson dilahirkan dengan potensi besar. Kepada ibunya dijanjikan, “Dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”9 Namun sewaktu Simson tumbuh, dia memandang lebih banyak pada godaan dunia daripada arahan Allah. Dia membuat pilihan-pilihan karena itu “disukai[nya],”10 alih-alih karena pilihan-pilihan itu benar. Berulang kali, tulisan suci menggunakan kalimat “pergilah ia ke sana”11 sewaktu itu menceritakan perjalanan, tindakan, dan pilihan Simson. Alih-alih bangkit dan bersinar untuk memenuhi potensinya yang besar, Simson dikuasai oleh dunia, kehilangan kuasa pemberian Allah, dan mati secara tragis dan dini. Sebaliknya, tulisan suci menyediakan teladan Daniel. Daniel dilahirkan dengan potensi besar. Dalam kitab Daniel, pasal 6, kita membaca, “Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa.”12 Ketika tantangan duniawi datang pada Daniel, dia tidak memandang dunia—dia bangkit dan memandang surga. Alih-alih mengikuti surat perintah duniawi sang raja bahwa tidak seorang pun yang akan berdoa kepada siapa pun kecuali raja selama 30 hari, Daniel “pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkat-tingkat yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”13 Daniel tidak takut untuk bangkit dan bersinar dalam mengikuti perintah-perintah Allah. Meskipun dia menghabiskan malam yang tidak menyenangkan dalam gua singa untuk membela apa yang benar, dia dilindungi serta diberkati karena kepatuhannya. Ketika Raja Darius mengeluarkan Daniel dari gua singa esok harinya, dia membuat surat perintah agar setiap orang hendaknya takut pada Allah Daniel dan mengikuti teladan kesetiaan Daniel. Sungguh, Daniel memperlihatkan kepada kita apa artinya menjadi standar bagi bangsa-bangsa dan jangan pernah merendahkan standar-standar kita dalam bentuk godaan duniawi. Saya diberkati untuk mendengar banyak teladan kaum muda zaman modern, sama seperti Anda, yang tidak takut untuk bangkit dan bersinar serta mengikuti terang mereka untuk menjadi standar di antara teman-teman sebaya mereka. Joanna adalah satu-satunya anggota Gereja di SMAnya dan satu-satunya remaja putri di lingkungannya. Dia bertekad pada dirinya dan kepada Tuhan bahwa Dia tidak akan pernah menggunakan bahasa yang kasar. Ketika dia dipasangkan dengan seorang pemuda untuk sebuah proyek sekolah yang tidak membuat komitmen yang sama, dia tidak merendahkan standar-standarnya. Dia meminta pemuda itu untuk menghormati dan menghargai nilai-nilainya. Seiring waktu, dengan pengingat yang lembut dan beberapa yang tidak terlalu lembut, temannya membentuk kebiasaan baru dan menggunakan bahasa yang lebih baik. Banyak orang melihat perbedaan itu, termasuk ibu pemuda ini, yang berterima kasih kepada Joanna karena menjadi pengaruh yang baik dalam hidup Dalam tugas pelatihan belum lama berselang di Filipina, saya bertemu Karen, yang membagikan pengalaman yang dia miliki sebagai Pramunita sementara kuliah untuk mendapatkan gelar S1 dalam bidang manajemen perhotelan dan restoran. Seorang guru mengharuskan agar setiap siswa belajar untuk membuat dan mencicipi berbagai minuman yang akan disajikan di restoran mereka. Beberapa minuman mengandung alkohol, dan Karen tahu adalah melanggar perintah Allah bagi dia untuk mencicipinya. Dalam menghadapi konsekuensi serius, Karen menemukan keberanian untuk bangkit dan bersinar, dan dia tidak mencicipi minuman itu. Karen menjelaskan, “Guru saya menghampiri saya dan bertanya kepada saya mengapa saya tidak minum. Dia mengatakan, Nona Karen, bagaimana Anda akan tahu rasanya dan lulus dalam mata kuliah yang penting ini jika Anda tidak mencicipi minuman itu?’ Saya mengatakan kepadanya bahwa saya anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, dan sebagai anggota, kami tidak minum segala sesuatu yang membahayakan bagi kita. Apa pun yang dia harapkan dari saya, bahkan jika itu artinya menerima nilai yang jelek, saya akan memahami, namun saya tidak akan gagal untuk menjalankan standar-standar pribadi saya.” Minggu-minggu berlalu, dan tidak ada lagi yang diceritakan tentang hari itu. Di akhir semester, Karen tahu nilai akhirnya akan mencerminkan penolakannya untuk mencicipi minuman. Dia ragu-ragu untuk melihat nilainya, namun ketika dia melihatnya, dia mendapati bahwa dia telah menerima nilai tertinggi di kelas. Dia berkata, “Saya belajar melalui pengalaman bahwa Allah … pastilah akan memberkati kita ketika kita mengikuti-Nya. Saya juga tahu bahwa bahkan jika saya menerima nilai yang jelek, saya tidak akan menyesali dengan apa yang telah saya lakukan. Saya tahu bahwa saya tidak akan pernah gagal dalam pandangan Tuhan ketika saya memilih untuk melakukan apa yang saya tahu adalah hal yang benar.”15 Para remaja putri yang terkasih, Anda masing-masing telah dilahirkan dengan potensi besar. Anda adalah putri terkasih Bapa Surgawi. Dia mengenali Anda dan Dia mengasihi Anda. Dia mengundang Anda untuk “bangkit dan bersinarlah,” dan Dia berjanji bahwa sewaktu Anda melakukannya, Dia akan mendukung serta memberkati Anda. Saya berdoa semoga Anda masing-masing akan menemukan keberanian untuk menerima undangan-Nya dan menerima janji-janji-Nya, dalam nama Yesus Kristus, amin.
Bangkitlah dan menjadi terang ~ Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari kitab Yesaya 601 “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu”. Semua manusia sudah berdosa. Itu sebabnya manusia tidak dapat menemukan jalan kebenaran. Dalam situasi dan kondisi semacam itu manusia membutuhkan terang. Terang yang melampaui dosa-dosanya, terang yang dapat menerangi hidup serta jalannya. Jadi manusia sangat membutuhkan terang atau kebutuhan utama manusia ialah terang yang sejati. Karena manusia sangat membutuhkan terang, maka Allah dalam kasih-Nya yang besar mengutus Anak-Nya yang Tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" - Yohanes 316. Kita tidak dapat hidup tanpa terang. Penelitian telah membuktikannya. Ketika kita tinggal dalam kegelapan, kita akan merasa gelisah, lalu mulai emosional dan kehilangan kendali diri. Jika keadaan ini terus dibiarkan, kita dapat menjadi paranoid dan mengalami halusinasi. Bahkan, di titik yang paling ekstrem, kehilangan keinginan untuk hidup. Ketiadaan cahaya dalam rentang waktu yang panjang, dapat menjadi penyebab hilangnya pengharapan. Sedikit banyak, itulah yang dirasakan bangsa Israel saat mereka kembali dari Babel ke Yerusalem. Mereka belum pulih dari berbagai trauma yang mereka alami dalam masa pembuangan. Semua yang mereka lalui membuat mereka meragukan kasih Allah. Daya lihat mereka terhadap janji Allah pun memudar. Ketika itulah, melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan pesan pengharapan yang menerangi hati mereka. Bahwa Tuhan akan mendatangkan Terang yang akan terbit di tengah mereka. Bangsa mereka akan dipulihkan, dan bahkan melalui merekalah, bangsa-bangsa akan datang kepada terang Allah. Saudara, kesulitan hidup memang kerap membuat sekeliling kita terasa gelap. Kegagalan demi kegagalan yang kita alami seakan menyerpihkan setiap harapan yang tersisa. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menghendaki Anda untuk terus diam dalam kegelapan. Saat Tuhan mengangkat Anda menjadi anak-Nya, Dia bukan hanya memberikan terang-Nya untuk tinggal di dalam Anda, tetapi Dia juga memberikan sebuah identitas baru. Dia melabeli Anda sebagai terang dunia. Siapa pun Anda, terlepas dari segala kesalahan dan kegagalan di masa lalu, Anda telah diberikan kapasitas untuk bersinar. Agar Anda dapat menerangi kegelapan dalam hidup banyak orang. Agar mereka memperoleh pengharapan dalam terang Allah yang terpancar melalui Anda. Maka dari itu, bangkitlah dari keterpurukan. Terobosan besar telah Tuhan sediakan. Dia akan kerjakan pemulihan, kemenangan dan menyediakan berkat yang membawakan sukacita sejati bagi hidup Anda. Dia, Tuhan, akan melaksanakannya dengan segera. Tepat pada waktu-Nya yang sempurna. Pada moment natal seperti sekarang ini, kita senantiasa dimotivasi oleh Tuhan dan firman-Nya supaya kita bangkit untuk menjadi terang bagi manusia yang hidup di dalam kegelapan dosa. Kita diperintahkan untuk membawa terang yang ada pada kita yaitu Tuhan Yesus Kristus Sang penyelamat itu supaya diberitakan kepada orang lain supaya mereka juga mengalami terang yang sesungguhnya. Amin
khotbah bangkit dan menjadi terang