Sepertisensor mata dan wajah yang digunakan pada berbagai perusahaan dan instansi untuk input daftar hadir. Sensor temperatur yang mendeteksi suhu, sensor jarak, tekanan, hingga sentuh. Jenis-jenis sensor ini tentu memiliki sistem kerja dan fungsi yang berbeda-beda. Dengan begitu penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Abstrak Saat ini penerapan sensor untuk memudahkan pekerjaan manusia semakin meningkat. Salah satunya ialah penggunaan sensor hujan yang di aplikasikan pada jemuran pakaian. Mikrokontroler akan menerima sinyal dari sensor tersebut , lalu memberikan perintah pada motor driver untuk memerintahkan motor DC berputar kekiri atau kekanan. kehidupan sehari-hari. pustaka sebagai salah satu dari penerapan dan perancangan purwarupa digunakan dalam penelitian berbasis mikrokontroler ATmega328 dan disertai dengan sensor gerak Mekanika klasik dibagi menjadi beberapa sub bagian lagi, yaitu statika (mempelajari benda diam), kinematika (mempelajari benda bergerak), dan dinamika (mempelajari benda yang terpengaruh gaya). Mekanika klasik memberikan hasil yang sangat akurat untuk penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Kekurangannya hanya pada kasus tertentu. KOMPAS.com - Belajar dari Rumah TVRI SMP 9 Juni 2020 membahas tentang Penerapan Konsep Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari. Dalam tayangan tersebut terdapat sebuah pertanyaan. Berikut ini soal dan jawaban Belajar dari Rumah TVRI SMP 9 Juni 2020: Pertanyaan: Sebutkan minimal 6 penerapan konsep matematika yang terdapat dalam kehidupan kamu 2.7K. Contoh Bioteknologi Modern dan Konvensional – Quipperian, kalau mendengar kata bioteknologi, apa yang kamu bayangkan? Sadarkah kamu kalau dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita banyak banget lho bersentuhan dengan produk bioteknologi! Keamanan rumah merupakan salah satu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan sering melanda disaat kita meninggalkan rumah. Namun, dengan penerapan sensor PIR yang dapat mendeteksi 1ob3o5c. Masih merasa bingung saat menjelaskan apa pengertian mikrokontroler? Bukan hanya secara garis besarnya saja, Anda juga bisa menjelaskan apa itu mikrokontroler secara lebih lengkap. Mulai dari fungsi, struktur, cara kerja hingga jenis-jenis mikrokontroler pada artikel kali ini. Simak penjelasan selengkapnya terkait dengan mikrokontroler dibawah ini. apa itu mikrokontroler Mikrokontroler adalah sebuah komponen dengan ukuran minimalis yang berfungsi sebagai pengendali sistem. Disebut sebagai komputer karena di dalam mikrokontroler terdapat beberapa komponen penting yang sama dengan PC personal computer pada umumnya, seperti CPU, RAM, ROM, dan Port I/O. Komponen-komponen tersebut terpasang pada sebuah chip IC Integrated Circuit. Akan tetapi, keduanya sama sekali berbeda untuk tugas dan fungsi. Apabila komputer digunakan untuk melakukan controlling secara umum, pengendali mikro atau microcontroller hanya memiliki fungsi tertentu. Beberapa contoh mikrokontroler antara lain Atmega328, Arduino, dan mikrokontroler Atmega16. Masing-masing contoh tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Fungsi Mikrokontroler Mikrokontroler sederhana memiliki fungsi-fungsi tertentu sehingga membuatnya bisa berjalan dengan baik. Beberapa fungsi mikrokontroler adalah Timer. Counter. Decoder & Encoder. Flip-Flop. Pembangkit Osilasi. ADC Analog Digital Converter. Gambar Struktur Mikrokontroler Secara struktural, isi di dalam mikrokontroler berbentuk seperti pada gambar di bawah ini. Ada beberapa perangkat yang seringkali kita temukan pada komputer, seperti CPU, port I/O, dan lain sebagainya. gambar struktur mikrokontroler Komponen Mikrokontroler Komponen-komponen mikrokontroler adalah CPU. Memori. Port. Timer/ Counter. Analog to Digital Converter ADC. Digital to Analog Converter DAC. Interupt Control. Special Functioning Block. Berikut penjelasan masing-masing komponen tersebut. 1. CPU CPU atau Central Processing Unit adalah salah satu struktur mikrokontroler yang perannya sangat penting. Bisa dikatakan CPU adalah otaknya. CPU juga menjadi penghubung masing-masing perangkat mikrokontroler, sehingga apabila terjadi gangguan, maka tugas perangkat lain pun terganggu. 2. Memori Secara umum fungsi memori ialah sebagai alat penyimpanan terutama untuk menyimpan data atau program. Biasanya terpasang sejumlah RAM & ROM, seperti EPROM, EPPROM, dan lain-lain. Juga flash memory untuk menyimpan kode program yang dimasukkan. 3. Port Sebuah mikrokontroler seringkali dihubungkan dengan perangkat eksternal lain seperti LCD, sensor, atau yang lainnya. Untuk itu, didalamnya juga dilengkapi dengan port input atau outpot I/O. Perangkat-perangkat tersebut akan dirangkai secara paralel membentuk sistem kontrol yang berfungsi sebagaimana mestinya. 4. Timer/ Counter Timer atau Counter adalah komponen yang memiliki fungsi pengendali waktu atau menghitung. Jumlah Timer/Counter sangat mungkin dipasang lebih dari satu, karena keberadaannya yang sangat berguna. 5. Analog to Digital Converter ADC ADC Analog to Digital Converter adalah salah satu komponen yang bertugas mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Sinyal analog yang masuk merupakan sinyal keluaran output dari perangkat lain misal, sensor yang kemudian ditampilkan pada layar digital. 6. Digital to Analog Converter DAC DAC Digital to Analog Conveterter memiliki fungsi yang berkebalikan dengan ADC, yaitu mengkonversi sinyal digital menjadi analog. Seringkali perangkat DAC digunakan dalam pengendalian perangkat analog. Misal, motor DC dan yang lainnya. 7. Interupt Control Interupt control atau kontrol interupsi merupakan bagian yang berperan dalam interupsi penundaan sebuah program kerja. Interupsi dapat dilakukan secara eksternal menggunakan pin interrupt maupun internal melalui instruksi pada program yang dijalankan. 8. Special Functioning Block Special Functioning Block atau blok fungsi khusus adalah perangkat tambahan yang memiliki fungsi khusus. Jadi, hanya kontroler tertentu yang dipasang blok ini. Biasanya blok fungsi khusus ini akan mudah ditemukan pada pengendali mikro robotika. Cara Kerja Mikrokontroler Sebuah mikrokontroler memiliki prinsip kerja tertentu agar fungsi-fungsi di dalamnya dapat bekerja dengan baik. Masing-masing perangkat sudah saling terintegrasi membentuk sistem kontrol. Lalu bagaimana cara kerja mikrokontroler? Cara kerja mikrokontroler akan berjalan sesuai dengan program yang diisikan di dalamnya. ROM merupakan perangkat yang berfungsi menyimpan program-program tertentu untuk dijalankan nantinya. Kemudian, isian program tersebut akan diinstruksikan oleh mikokontroler. Berbagai instruksi yang dimaksudkan seperti membaca, menghitung, atau mengubah nilai data tertentu menjadi bentuk lain. Jenis-Jenis Mikrokontroler Jenis-jenis mikrokontroler Seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa mikrokontroler memiliki kemiripan dengan komputer PC. Hanya saja fungsi mikrokontroler adalah untuk menjalankan tugas tertentu yang tidak bisa dijalankan oleh komputer secara umum. Jenis-jenis mikrokontroler adalah sebagai berikut Mikrokontroler AVR. Mikrokontroler PIC. Mikrokontroler MCS 51. Mikrokontroler ARM. Berikut penjelasan singkatnya dari setiap jenis mikrokontroler yang bisa Anda simak dibawah ini. 1. Mikrokontroler AVR Mikrokontroler AVR Alf and Vegard’s Risc Processor merupakan salah satu komponen yang umum digunakan pada bidang instrumentasi dan elektronika. AVR sendiri diambil dari nama Alf Egil Bogen dan Vegard Wollan yang merupakan penemu berkebangsaan Norwegia. Dilengkapi dengan arsitektur RISC Reduce Instruction Set Computing memungkinkan AVR dapat menjalankan berbagai instruksi hanya 1 siklus, kecuali intruksi percabangan yang memerlukan 2 siklus. AVR diproduksi oleh perusahaan bernama Atmel, dan kini sudah ada 10 kelas sebagai berikut. AVR LCD AVR CAN AVR Otomotif AVR USB TinyAVR Mega AVR XMEGA AVR Z-Link AVR Manajemen Batere AVR Pencahayaan Pada dasarnya masing-masing kelas di atas memiliki arsitektur dan instruksi yang hampir sama. Hanya saja berbeda dalam fungsinya, kapasitas memori, serta peripheral. Seri AVR yang paling banyak digunakan yaitu Attiny2313, mikrokontroler Atmega8535, mikrokontroler Arduino. 2. Mikrokontroler PIC Selain AVR, Mikrokontroler PIC Programmable Interface Controller, sekarang Programmable Intellegent Computer menjadi salah satu yang paling banyak digunakan di pasar global. PIC merupakan mikrokontroler keluaran Microchip Technology dan pertama kali dibuat pada tahun 1975. Kala itu, PIC digunakan bersama CPU 1600 untuk meringankan beban kerjanya. Sama seperti AVR, PIC memiliki arsitektur RISC 8 bit. PIC juga memiliki beberapa fungsi yang mirip dengan CPU, seperti kalkulasi dan memori, serta sistem kerja menggunakan software perangkat lunak. Kita bisa membeli PIC secara kosongan yang selanjutnya diisi oleh program tertentu. Kita juga bisa membelinya dengan pra-pemrograman, sehingga dapat langsung melakukan pengunduhan dari kabel komputer. Dengan demikian, akan mengurangi biaya pengadaan alat-alat pemrograman. Salah satu contoh seri PIC yaitu PIC 16F88. 3. Mikrokontroler MCS 51 Mikrokontroler MCS 51 Selanjutnya, ada MCS 51 yang merupakan produksi dari ATMEL sama seperti AVR. MCS-51 dibuat dalam dua versi yaitu 40 kaki dan 20 kaki. Keduanya secara umum memiliki arsitektur yang sama. Perbedaan terdapat terutama pada bagian kapasitas memori-data, memori-program, dan jumlah pewaktu 16 bit. 4. Mikrokontroler ARM Mikrokontroler ARM ARM Advanced RISC Machine, sebelumnya Acorn RISC Machine adalah keluaran dari ARM Holding sebagai prosesor yang memiliki arsitektur RISC dengan set instruksi 32 bit. Awalnya, ARM dikembangkan oleh Acorn Computers. Saat itu, pengembangan ARM difungsikan untuk Personal Computer PC. Kesimpulan Itulah penjelasan terkait mikrokontroler, fungsi, struktur, cara kerja, beserta jenis-jenisnya. Pada dasarnya pengendali mikro memiliki sistem yang mirip dengan komputer. Akan tetapi memiliki fungsi tertentu yang tidak bisa dilakukan oleh komputer. Semoga ulasan di atas cukup membantu, ya? Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mikrokontroler merupakan sebuah chip mikrokomputer yang secara fisik berupa sebuah IC Integrated Circuit . Mikrokontroler biasanya digunakan dalam system yang kecil, murah dan tidak membutuhkan perhitungan yang sangat kompleks seperti dalam software dan hardware di PC. Mikrokontroler banyak ditemukan dalam peralatan yang umumnya kita gunakan sehari – hari, seperti microwave, oven, keyboard, CD player, VCR, remote control, robot dan masih banyak lainnya. Mikrokontroler bekerja berdasarkan program yang sudah ditanamkan didalamnya, dan program tersebut sudah dibuat sesuai dengan kebutuhan yang mikrokontroler sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena sangat sederhana dan memiliki banyak fungsi. Banyak contoh perangkat yang sudah menggunakan mikrokontroler, seperti gerbang otomatis berbasis mikrokontroler Arduino uno R3. Manusia telah menciptakan berbagai perangkat untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya sambil menjalankan semua fungsi termasuk kontrol port. Permasalahan pada penelitian ini adalah pintu gerbang masih dikendalikan secara manual sedangkan pintu masih terbuka dan tertutup sehingga membuat sistem pintu gerbang tidak dari penelitian ini adalah mengembangkan prototipe pintu yang dapat menjadi gerbang otomatis yang dapat dibuka dan ditutup dengan menekan remote control yang dioperasikan manusia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak terbaik ke telepon jarak jauh tanpa hambatan adalah 9 meter, dan jarak terbaik dengan hambatan adalah 7 meter. Referensi Hari Arief Dharmawan, “ Mikrokontroler Konsep Dasar dan Praktis “, Jl. Veteran 10-11 Malang 65145 Indonesia Gedung INBIS UB Press, Februari 2017, hal 1 – P. Zanofa, R. Arrahman, M. Bakrie, dan A. Budiman, “ Pintu Gerbang Otomatis Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno R3 “, JTIKOM, 2020, abstract. Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya Sebutkan contoh penerapan mikroprosesor dalam kehidupan sehari – hari ! Jawab Saat ini, aplikasi sistem mikroprosesor sudah meluas ke hampir seluruh bidang kehidupan manusia, seperti pendidikan, kesehatan, kependudukan, politik, perang dll. Terdapat beberapa sistem elektronika yang biasa dipakai dalam peralatan elektronik. Sistem-sistem tersebut antara lain sistem analog hardwire¸ sistem digital hardwire dan sistem digital berbasis mikroprosesor. Sistem analog hardwire adalah sistem yang menggunakan komponen-komponen analog serta pengkawatan yang rumit antar komponen dasar tersebut. Sementara itu, sistem digital hardwire adalah sistem kombinasional atau sekuensial tanpa pemrograman, setelah selesai dirancang dan dirakit, fungsi kerja alat tsb tidak bisa diubah. Kedua sistem tersebut memiliki beberapa kekurangan yang signifikan, yaitu tidak bisa diprogram ulang, satu alat hanya untuk satu dengan sistem analog maupun sistem digital hardwire, sistem digital programmable atau sistem berbasis mikroprosesor memiliki beberapa keunggulan berikut Bentuknya kecil dan ringkas; karena dengan sistem ini, banyak komponen yang direduksi keberadaannya dan digantikan dengan sebuah mikroprosesor saja. Portable; karena bentuknya yang kecil, sehingga secara keseluruhan alat tersebut juga mempunyai ukuran yang kecil serta mudah dibawa ke mana-mana Konsumsi daya rendah; sejak digunakannya bahan semikonduktor, komponen IC tidak lagi memerlukan daya yang yang tinggi untuk aktifasi dan tidak lagi membuang panas yang besar. Biaya rendah; selain karena banyak komponen yang dikurangi, biaya produksi IC integrated circuit terus menurun, sehingga secara keseluruhan harga peralatan yang berbasis mikroprosesor terus menurun. Programmable; keuntungan utama sistem mikroprosesor adalah kemampuannya yang dapat diprogram ulang jika diperlukan perubahan tertentu, sehingga tidak banyak yang harus dilakukan kecuali perubahan isi memory saja. Secara umum, penggunaan sistem mikroprosesor dapat dibagi menjadi 3 katagori, yaitu Sistem Komputer. Sistem Komunikasi. Sistem Kendali dan Instrumentasi. Hampir seluruh komputer yang ada pada hari ini, merupakan komputer digital yang tentu saja merupakan sistem mikroprosesor. Mulai dari komputer ukuran kecil yaitu PDA, komputer mikro atau Personal Computer, mini komputer, mainframe, sampai super komputer. Sebelum tahun 1970an, komputer hanya mampu dibeli oleh perusahaan besar, tetapi hari ini, hampir setiap rumah mampu membeli komputer PC. Meskipun unjuk kerja dan kapasitasnya meningkat, harga komputer cenderung turun karena kemajuan teknologi berefek pada penghematan ongkos hardware yang sama, sebuah komputer PC dapat dipakai untuk berbagai aplikasi, bahkan berbagai sistem operasi. Ada ribuan program aplikasi untuk beragam keperluan dapat running pada hardware PC dan Sistem Operasi yang sama. Berikut ini adalah contoh aplikasi komputer yang dapat bekerja pada komputer PC dengan Sistem Operasi Windows MSOFFICE, untuk perkerjaan perkantoran seperti mengetik, spreadsheet, presentasi, database, penjadwalan dll. MATLAB, untuk berbagai kalkulasi teknik, ekonomi, dll. AUTOCAD, untuk berbagai operasi gambar, 2 atau 3 dimensi. PROTEL, EWB, MULTISIM dll untuk keperluan elektronika. dll. Selain PC, mini komputer, mainframe dan super komputer telah digunakan untuk urusan-urusan publik atau skala besar seperti database kependudukan, rumah sakit, perbankan, pernerbangan komersial, operasi militer dll. Bayangkan, jika sistem pembayaran rekening listrik atau telepon tidak dilakukan dengan bantuan komputer, mungkin tagihan listrik kita hari ini adalah untuk membayar pemakaian 6 bulan yang lalu, apalagi kalau sistem administrasinya buruk sekali. Dengan teknologi database, kita dapat melakukan pembayaran telepon melalui kapasitas besar juga digunakan untuk mengolah gambar seperti komputer untuk MRI Magnetic Resonance Imagine, komputer untuk ramalan cuaca, komputer unuk pemetaan, pertambangan dll. Seluruh komputer yang disebukan tadi menggunakan prosesor sebagai pengendali utamanya, baik prosesor tunggal maupun multi sistem komunikasi, hampir semua alat penting menggunakan sistem mikroprosesor. Pada hari ini, sistem komunikasi hampir selalu terkait dengan komputer atau mikroprosesor. Berikut ini adalah beberapa Telepon PSTN atau saluran analog dengan bandwidth 4 kHz. Saat ini, hampir semua sistem switching atau penyambungan telepon dilakukan secara digital, random input sequential ouput atau sebaliknya. Tentu saja semua ini diwujudkan dengan menyertakan sistem mikroprosesor. Provider Telepon Digital seperti ISDN, DSL dll. Selain untuk switching atau penyambungan dan queuing atau antrian, sistem mikroprosesor pada provider telepon digital juga dimanfaatkan untuk banyak hal lain termasuk network management dan optimasi Quality of Service. Provider Telepon Seluler. Meskipun menggunakan saluran radio frekuensi, hampir semua telepon seluler mnerapkan komunikasi digital. Handphone. Handphone yang kecil dan murah sekalipun, harus dilengkapi dengan mikroprosesor, karena untuk membaca keypad, menyimpan phonebook, kalkulator, mengirim SMS dll memerlukan sistem instrumentasi digital. Komunikasi Satelit. Selain untuk sistem kendali dan instrumentasi satelit, mikroprosesor juga digunakan untuk switching, muliplexing, queuing, error correction dll. Penggunaan mikroprosesor pada sistem kendali dan instrumentasi diterapkan di hampir semua instrumen dan alat kendali, mulai dari instrumen kecil seperti barcode reader, sampai instrumen besar seperti panel pesawat terbang. Mulai dari alat kedokteran seperti MRI Magnetic Resonance Imaging sampai alat perang seperti stinger missile untuk serangan darat ke udara. Berikut ini adalah bebrapa contoh penerapan sistem mikroprosesor untuk alat kendali dan electronic fuel injection yang diterapkan pada mesin-mesin bakar modern. Alat ini dipakai untuk mengoptimalkan pemakaian bahan bakar untuk torsi dan kecepatan maksimum. Instrumen Lift. Prosesor digunakan untuk membaca tekanan tombol dan mengendalikan gerakan motor listrik, sehingga lift dapat begerak sesuai dengan tekanan tombol dan cukup nyaman bagi pemakai, tidak berhenti atau bergerak mendadak. Sistem pengatur ketepatan cetak dan potong pada mesin pengganda media kertas seperti koran dan majalah. Tanpa koreksi dari sistem mikroprosesor, selain hasil yang kurang rapi, alat pemotong atau pencetak harus sering disetting ulang dan ini sangat tidak realistis. Kita dapat lihat, pada setiap halaman koran atau majalah ada terdapat mark atau tanda, baik tanda untuk warna maupun tanda untuk alat potong. Alat pengolah data pada VCD atau DVD player. Karena data disimpan dalam CD dalam keadaan dikompres, maka untuk mengubahnya menjadi gambar atau suara perlu dilakukan dekompresi data yang jelas memerlukan algoritma tertentu yang diwujudkan dengan program. Tentu saja ini memerlukan sistem mikroprosesor. Contoh Aplikasi ini diarahkan untuk memberikan bekal kemampuan teoritis kepada mahasiswa dalam memanfaatkan mikroprosesor untuk kendali dan instrumentasi. Berikut ini adalah contoh penggunaan prosesor MSP430F413 buatan Texas Instrumen untuk mengendalikan alat ukur jarak yang menggunakan gelombang ultrasonik 40 kHz. Mikroprosesor pada alat ini berperan sebagai pengendali yang mengaktifkan pengirim sinyal, mengukur waktu propagasi sinyal dengan menunggu aktifnya penerima sinyal atau menunggu kedatangan sinyal pantulan, kemudian menghitung jarak antara alat ini dengan benda yang memantulkan sinyal ultrasonik serta menampilkan hasil perhitungannya dalam bilangan desimal pada display umum, alat ini terdiri dari 4 komponen utama, yaitu Sistem mikroprosesor single chip. Atau Chip tunggal yang mengandung prosesor, memory dan I/O meskipun dengan kapasitas yang sangat kecil Rangkaian elektronika penghasil dan penerima gelombang ultrasonik Display 7-segment Program dalam bahasa asembli yang terdiri dari beberapa modul, yaitu inisialisasi, pembaca tombol aktif, pengendali pengirim dan penerima, pengukur durasi propagasi gelombang, penghitung jarak dan penampil ke 7-segment. Sebutkan contoh penerapan mikrokontroler dalam kehidupan sehari – hari ! Jawab Dalam perkembangannya, mikrokontroller banyak diterapkan dalam perancangan elektronika karena mikrokontroller memiliki sistem pengaturan dan pengontrolan yang otomatis dan praktis. Keefektifan mikrokontroller inilah yang diperlukan manusia dalam menunjang rutinitasnya, baik dalam proses produksi pada industri maupun dalam kehidupan sehari-harinya. Saat ini penggunaan mikrokontroller pada bidang industri sangat pesat perkembangannya misalnya pada sistem pengapian kendaraan bermotor. Beberapa macam sistem pengapian diantaranya sistem pengapian kontak point platina, pengapian elektronik, CDI dan pengapian terkontrol komputer. Pada dasarnya prinsip kerja dari semua sistem pengapian adalah sama yaitu memutuskan arus yang mengalir ke kumparan primer koil dengan tiba-tiba. Akibatnya kemagneten di sekitar koil hilang dengan cepat, maka pada kumparan sekunder terjadi induksi tegangan tinggi, tegangan sekunder disalurkan ke kabel tegangan tinggi sehingga terjadi loncatan api pada busi. Tujuan dalam pembuatan alat ini adalah bagai mana CDI dapat menghasilkan percikan api yang kuat dengan mengaplikasikan mikrokontroler AT89S51 untuk mengontrol ketepatan waktu pembakaran di dalam ruang bakar. Contoh Penerapan Mikrokontroler dalam kehidupan sehari-hari 1. Pengendali Motor dengan Remote Sony. Fungsi aplikasi adalah mengatur arah putaran motor DC dengan menggunakan remote control Sony. Menggunakan Small System AT89205 2. Sensor Warna TCS230. TCS230 adalah konverter warna cahaya ke frekuensi. Ada dua komponen utama pembentuk IC ini, yaitu photodioda dan pengkonversi arus ke frekuensi. 3. Jam Digital dengan Bahasa C Modul DST-51 sebagai central pemroses, LCD Hitachi digunakan untuk menampilkan data waktu yang berupa detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan dan tahun. Modul RTC-1287 sebagai sumber data waktu yang akan ditampilkan, dan Key-44 sebagai input untuk menset waktu. 4. Pengamanan Berdasarkan Pola Sidik Jari Yang Tersimpan Pada Kartu Pintar. MikrokontrolerDT51 MinSys menjadikan suatu basis yang dapat berdiri sendiri dan sangat diminati serta banyak manfaat yang berguna bagi para pecinta perangkat keras yang berbasiskan pemprograman bahasa mesin yang menunjang sistem keamanan tersebut. Perangkat ini dapat bekerja secara normal online dengan keadaan mikrokontroler DT51 MinSys dan komputer beserta program bekerja dengan baik, namun dapat juga bekerja walaupun dalam keadaan listrik padam atau disebut juga bekerja secara mandiri offline, karena disediakannya suplai tegangan yang berasal dari catu daya dan juga ada sumber tegangan yang lain berasal dari bateri yang dapat diisi ulang dan berkesinambungan. Papan tekan yang dikendalikan oleh mikrokontroler DT51 MinSys digunakan sebagai alat masukan yang berbentuk kode. Liquid Crystal Display LCD dijadikan sebagai penampil dari aktifitas kegiatan sistem pengamanan tersebut. Dalam penggunaan sistem pengamanan yang berbasiskan mikrokontroler DT51 MinSys ini hanya pengguna yang mengetahui kode akses dan memiliki kartu pintar serta pola sidik jari yang telah tersimpan didalam kartu pintar yang berhak masuk kedalam sistem pengamanan yang berbasiskan pola sidik jari. Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kestabilan, kecepatan, kompatibilitas, info program, tingkat keamanan yang tinggi serta menunjukkan hasil yang baik. 5. Pengendali Penerangan Ruangan Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535 Sebagai pengendali utama pada sistem menggunakan miktokontroller ATmega8535 dengan input dari sensor cahaya LDR. Output dari pendendali selanjutnya ditampilkan LCD M1632 sebagai penampil dan sebagai input rangkaian pengatur tegangan. Sistem ini bekerja di dalam ruangan in door menggunakan maket rumah dengan tiga ruangan sebagai model. Dalam pengujian perangkat keras dan lunak, diketahui bahwa system pengendalian penerangan ruangan ini dapat menghemat energi. Dari pengujian sensor cahaya diperoleh hubungan antara luminansi dan tegangan yang mendekati linier, sehingga pengendalian dengan mikrokontroler ATmega8535 dapat bekerja dengan baik. 6. Sistem Pengendalian Suhu Menggunakan AT89S51dengan Tampilan di PC Hasil suhu di ruangan bisa diset dan ditampilkan di komputer. Sistem yang dibuat ini memanfaatkan kemampuan mikrokontroler AT89S51 dalam akuisisi data dan mengambil keputusan. Kawasan suhu yang bisa di kendalikan adalah 230 Celcius sampai dengan 400 Celcius. Hasil pengujian dengan termometer menunjukan sistem dibuat ini mampu mempertahankan suhu yang dikehendaki pada daerah di sekitar sensor dalam radius 2 cm, untuk radius lebih besar 2 cm dari sensor suhu, suhu yang terukur oleh termometer adalah berbeda. 7. Monitoring Debit Air dan Alat Penggerak Pintu Air di Bendungan Dalam hal ini digunakan mikrokontroUer AT89C51 sebagai unit penerima dan pengirim data biner. Sedangkan sebagai media komunikasi yang digunakan adalah serial RS-232. Selain untuk memonitor debit air penggunaan komunikasi mikrokontroller AT89C5 I dan komputer memungkinkan untuk pengendalian gerakan motor sebagai penggerak pintu bendungan dari pusat pantau juga. 8. Sistem keamanan ruangan menggunakan sensor passive infra red PIR KC7783R dengan Mikrokontroler AT89S51 Perangkat lunak mikrokontroler dalam penelitian ini dibuat dengan menggunakan bahasa assembly. Alarm akan aktif setiap waktu jika da gerakan manusia. Sistem ini bekerja setelah PIR sensor KC7783R mendeteksi gerakan manusia, maka PIR sensor KC7783R akan mengirim sinyal ke mikrokontroler, kemudian mikrokontroler menyalakan alarm yang diwakili oleh buzzer. Sistem ini telah terealisasi dan dapat dijadikan sistem keamanan dengan membunyikan alarm secara otomatis. Apabila ada orang yang mendekat pada saat yang tidak diinginkan, maka alarm akan berbunyi. Sumber Satu This entry was posted in Bebas and tagged mikrokontroler. Bookmark the permalink. Dosen Mata Kuliah Dr. Hendra Jaya, Andi Muhammad Sose 1425040007 A. PENGERTIAN MIKROKONTROLER Mikrokontroler adalah merupakan komponen elektronika digital yang memiliki input dan output yang dikendalikan dengan menggunakan bahasa pemrograman. Cara kerja IC mikrokontroler sebenarnya hanyalah membaca dan menulis data. Mikrokontroler merupakan miniature computer didalam sebuah chip yang dipakai untuk mengontrol atau mengendalikan peralatan elektronik. Microcontroler sebenarnya merupakan pengembangan dari teknologi IC sebelumnya dimana sebuah system elektronik yang dulunya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung sepeti IC TTL dan CMOS dapat diringkas dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Keunggulan microcontroller antara lain 1Sistem elektronik akan lebih ringkas 2Rancang bangun system elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari system adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi. Pencarian gangguan akan lebih mudah karena system yang kompak Namun demikian penggunaan microcontroller sering juga masih memerlukan piranti tambahan baik input maupun output untuk mendukung kinerjanya.. Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah computer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa peripheral yang langsung bisa dimanfaatkan misalnya port parallel,port serial, komparator, ADC analog to digital converter . DAC digital to analog converter dan sebagainya. B. PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI Sekedar contoh sederhana penggunaan mikrokontroler, dapat kita lihat di sekitar lingkungan ada toaster, mesin cuci, microwave, magic com, lampu lalulintas, kemudian di dunia pertanian kita dapat membuat kontrol kelembaban untuk budidaya jamur, di dunia perikanan kita dapat mengendalikan suhu air kolam. Bahkan kita dapat membuat PABX mini, SMS Gateway, atau ke arah militer kita mampu menciptakan radio militer frekuensi hopping radio komunikasi anti sadap dengan lompatan frekuensi 100 kali dalam 1 detik, sistem pemantau cuaca menggunakan balon udara, Automatic Vehicel Locator menggunakan GPS dan sebagainya. Adapun berbagai peranan mikroprosesor, antara lain 1. Pengendali Motor dengan Remote Fungsi aplikasi adalah mengatur arah putaran motor DC dengan menggunakan remote control. Menggunakan Small System AT89205 2. Sensor Warna TCS230 TCS230 adalah konverter warna cahaya ke frekuensi. Ada dua komponen utama pembentuk IC ini, yaitu photodioda dan pengkonversi arus ke frekuensi. 3. Jam Digital dengan Bahasa C Modul DST-51 sebagai central pemroses, LCD Hitachi digunakan untuk menampilkan data waktu yang berupa detik, menit, jam, hari, tanggal, bulan dan tahun. Modul RTC-1287 sebagai sumber data waktu yang akan ditampilkan, dan Key-44 sebagai input untuk menset waktu. 4. Pengamanan Berdasarkan Pola Sidik Jari Yang Tersimpan Pada Kartu Pintar. MikrokontrolerDT51 MinSys menjadikan suatu basis yang dapat berdiri sendiri dan sangat diminati serta banyak manfaat yang berguna bagi para pecinta perangkat keras yang berbasiskan pemprograman bahasa mesin yang menunjang sistem keamanan tersebut. Perangkat ini dapat bekerja secara normal online dengan keadaan mikrokontroler DT51 MinSys dan komputer beserta program bekerja dengan baik, namun dapat juga bekerja walaupun dalam keadaan listrik padam atau disebut juga bekerja secara mandiri offline, karena disediakannya suplai tegangan yang berasal dari catu daya dan juga ada sumber tegangan yang lain berasal dari bateri yang dapat diisi ulang dan berkesinambungan. Papan tekan yang dikendalikan oleh mikrokontroler DT51 MinSys digunakan sebagai alat masukan yang berbentuk kode. Liquid Crystal Display LCD dijadikan sebagai penampil dari aktifitas kegiatan sistem pengamanan tersebut. Dalam penggunaan sistem pengamanan yang berbasiskan mikrokontroler DT51 MinSys ini hanya pengguna yang mengetahui kode akses dan memiliki kartu pintar serta pola sidik jari yang telah tersimpan didalam kartu pintar yang berhak masuk kedalam sistem pengamanan yang berbasiskan pola sidik jari. Percobaan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kestabilan, kecepatan, kompatibilitas, info program, tingkat keamanan yang tinggi serta menunjukkan hasil yang baik. 5. Pengendali Penerangan Ruangan Berbasis Mikrokontroler Sebagai pengendali utama pada sistem menggunakan miktokontroller ATmega8535 dengan input dari sensor cahaya LDR. Output dari pendendali selanjutnya ditampilkan LCD M1632 sebagai penampil dan sebagai input rangkaian pengatur tegangan. Sistem ini bekerja di dalam ruangan in door menggunakan maket rumah dengan tiga ruangan sebagai model. Dalam pengujian perangkat keras dan lunak, diketahui bahwa system pengendalian penerangan ruangan ini dapat menghemat energi. Dari pengujian sensor cahaya diperoleh hubungan antara luminansi dan tegangan yang mendekati linier, sehingga pengendalian dengan mikrokontroler ATmega8535 dapat bekerja dengan baik. 6. Sistem Pengendalian Suhu Hasil suhu di ruangan bisa diset dan ditampilkan di komputer. Sistem yang dibuat ini memanfaatkan kemampuan mikrokontroler AT89S51 dalam akuisisi data dan mengambil keputusan. Kawasan suhu yang bisa di kendalikan adalah 230 Celcius sampai dengan 400 Celcius. Hasil pengujian dengan termometer menunjukan sistem dibuat ini mampu mempertahankan suhu yang dikehendaki pada daerah di sekitar sensor dalam radius 2 cm, untuk radius lebih besar 2 cm dari sensor suhu, suhu yang terukur oleh termometer adalah berbeda. 7. Monitoring Debit Air dan Alat Penggerak Pintu Air di Bendungan Dalam hal ini digunakan mikrokontroUer AT89C51 sebagai unit penerima dan pengirim data biner. Sedangkan sebagai media komunikasi yang digunakan adalah serial RS-232. Selain untuk memonitor debit air penggunaan komunikasi mikrokontroller AT89C5 I dan komputer memungkinkan untuk pengendalian gerakan motor sebagai penggerak pintu bendungan dari pusat pantau juga. 8. Sistem keamanan ruangan menggunakan sensor passive infra red PIR KC7783R dengan Mikrokontroler AT89S51 Perangkat lunak mikrokontroler dalam penelitian ini dibuat dengan menggunakan bahasa assembly. Alarm akan aktif setiap waktu jika da gerakan manusia. Sistem ini bekerja setelah PIR sensor KC7783R mendeteksi gerakan manusia, maka PIR sensor KC7783R akan mengirim sinyal ke mikrokontroler, kemudian mikrokontroler menyalakan alarm yang diwakili oleh buzzer. Sistem ini telah terealisasi dan dapat dijadikan sistem keamanan dengan membunyikan alarm secara otomatis. Apabila ada orang yang mendekat pada saat yang tidak diinginkan, maka alarm akan berbunyi

penerapan mikrokontroler dalam kehidupan sehari hari