Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil ssesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28) Selama manusia hidup, pasti pernah mengalami masa-masa sulit/ masalah. Bukan hanya kita yang hidup pada masa kini tetapi juga termasuk para
Ayat 28) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Melalui ayat di atas, Paulus memberitahukan bahwa Allah mengontrol kehidupan anak-anak-Nya. Semua yang terjadi pada kita sebagai anak-anak-Nya
TuhanBekerja Dalam Segala Perkara Renungan Pembaca September 10, 2012 Penulis Tamu 120 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. " Roma 8:28
Sabtu 17 Juli 2010 TUHAN TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Rm. 8:28. Beberapa tahun lalu di Skotlandia, keluarga Clark memiliki impian.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Roma 8 : 28 Dalam kehidupan, banyak hal yang terjadi.
PdtBudi Asali, M.Div, ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU (2). Roma 8:28 - Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.". III) Bekerja bersama-sama.
TB(1974) ©. SABDAweb Rm 8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan 1 j bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil k sesuai dengan rencana l Allah.. AYT (2018): Kita tahu bahwa segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan, bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu mereka yang dipanggil sesuai dengan rencana
9jLq6T9. Ada sebuah kisah mengenai seorang pria yang hidup sendirian di suatu pulau. Ia adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni di lepas pantai Pasifik. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang. Dengan menggunakan ranting kayu dan dedaunan yang ada di sekitaran pantai, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan ke bagian tengah pulau, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asap hitam mengepul ke langit. Menyadari bahwa Ia kehilangan tempat tinggal bahkan seluruh peralatan yang masih tersisa, dia menjadi sedih dan marah. “Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku? Aku sudah mati-matian membangun gubuk itu untuk aku dapat beristirahat, kini semua jerih lelahku hilang begitu saja” dia menangis. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, pria ini terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Akhirnya, kapal nelayan itu menyelamatkannya. “Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?” tanya pria itu kepada penyelamatnya. “Kami melihat tanda asap yang kamu kirim”, jawab mereka. Kami langsung bergegas menuju pulau ini karena menyadari bahwa engkau butuh pertolongan. Mempercayai bahwa Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Kita tidak boleh menyerah atau meragukan Tuhan karena Tuhan selalu bekerja di dalam hidup kita, baik dalam kesakitan dan kesusahan, baik dalam dukacita dan kegagalan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, atau ketika kamu merasa semua jerih lelahmu sia-sia, mungkin itu “tanda asap” bagi kuasa Tuhan. Ketika pengalaman atau sesuatu yang buruk terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai rencana yang baik untuk kejadian tersebut. Seperti Paulus yang berkata kepada jemaat di Roma, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 828. Begitulah iman kita melihat bahwa rencana Allah memang baik, jauh melebihi keadaan dukacita atau pengalaman buruk yang kita alami. Kamu berkata, “Itu tidak mungkin.” Tuhan berkata, “Tidak ada hal yang tidak mungkin.” Lukas 1827 Kamu berkata, “Aku terlalu capai.” Tuhan berkata, “Aku akan memberikan kelegaan padamu.” Matius 1128 Kamu berkata, “Tidak ada seorangpun yang mencintai aku.” Tuhan berkata, “Aku mencintaimu.” Yohanes 316 dan Yohanes 1334 Kamu berkata, “Aku tidak bisa meneruskan.” Tuhan berkata, “Kasih karuniaKu cukup.” 2 Korintus 129 dan Mazmur 9115 Kamu berkata, “Aku tidak mengerti.” Tuhan berkata, “Aku akan menuntun langkah-langkahmu.” Amsal 35-6 Kamu berkata, “Aku tidak bisa melakukannya.” Tuhan berkata, “Kamu bisa melakukan semuanya di dalam-Ku.” Filipi 413 Kamu berkata, “Ini tidak berharga.” Tuhan berkata, “Itu akan berharga.” Roma 828 Kamu berkata, “Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.” Tuhan berkata, “Aku memaafkanmu.” 1 Yohanes 19 dan Roma 81 Kamu berkata, “Aku tidak bisa mengatasi masalah ini.” Tuhan berkata, “Aku akan menyediakan kebutuhanmu.” Filipi 419 Kamu berkata, “Aku takut.” Tuhan berkata, “Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan.” II Timotius 17 Kamu berkata, “Aku selalu kuatir dan frustasi.” Tuhan berkata, “Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku.” I Petrus 57 Kamu berkata, “Aku tidak mempunyai iman yang kuat.” Tuhan berkata, “Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya.” Roma 123 Kamu berkata, “Aku tidak pandai.” Tuhan berkata, “Aku memberikan padamu hikmat.” I Korintus 130 Kamu berkata, “Aku merasa aku sendirian.” Tuhan berkata, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu.” Ibrani 135 Recommended for you
Roma 828 TB “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Romans 828 NRSV “We know that all things work together for good for those who love God, who are called according to his purpose” Allah tidak tinggal diam setelah menciptakan segala sesuatunya. Allah tidak membiarkan manusia begitu saja, tetapi Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi manusia. Pertanyaannya adalah di bagian mana sajakah Allah turut bekerja bagi kita? Allah turut bekerja dalam segala sesuatu. Kata segala sesuatu berarti segala situasi dan kondisi, termasuk hal-hal yang buruk dan tidak mengenakkan sekalipun. Karena itu penting sekali kita belajar memahami cara Tuhan bekerja, karena Ia tidak pernah menjanjikan bahwa hidup orang percaya itu bebas dari masalah. Ingat! Tanpa melewati ombak dan gelombang tidak akan pernah dihasilkan seorang nahkoda yang handal! Justru di balik masalah selalu ada maksud dan rencana Tuhan yang indah, salah satunya adalah untuk menarik kita semakin mendekat kepada-Nya dan belajar bergantung kepada-Nya. Jika masalah, ujian atau penderitaan itu seijin Tuhan, hal itu pasti akan mendatangkan kebaikan bagi kita. “…sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula” Ayb. 517-18. Sebaliknya jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan mulus seringkali membuat kita terlena, iman pun tidak bekerja secara maksimal. Namun harus kita ingat bahwa, pertama, Allah tidak pernah bekerja dengan memakai jalan pintas. Bagi Allah proses terlebih penting dari pada jawaban doa kita, seringkali kita segalanya kita mau cepat selesai dan serba instan. Tetapi Tuhan mau agar kita menjalani prosesnya. karena Tuhan tahu kita mampu kalau kita percaya, Ada banyak contoh di Alkitab orang-orang yang hidup dalam proses bukan serba cepat atau instan contohnya Musa. Musa ingin cepat menjadi seorang pemimpin tetapi apa yang terjadi untuk dia menjadi seorang pemimpin, Tuhan harus membawa dia ke padang gurun selama 40 tahun untuk memimpin bangsa Israel yang tegar tengkuk. dari sinilhah kita melihat bagaimana Tuhan mempersiapkan Musa selama 40 Tahun. Kedua, Allah mau memakai setiap potensi yang kita miliki. Tuhan tidak pernah memberikan yang terbaik kepada orang yang malas dan tidak mau bekerja, jangan bermimpi bahwa Tuhan mau mengerjakan yang terbaik bagi masa depan kita, jika kita hanya tidur, malas dan bersantai-santai di rumah. Tuhan mau ada usaha yang harus kita lakukan. Pertanyaan terakhir adalah kepada siapa sajakah Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan itu? Pertama, kepada orang yang mengasihi Tuhan. Disaat persoalan hidup datang dalam hidup kita entah itu menyangkut keluarga, bisnis, keuangan, pekerjaan, ataupun pelayanan yang kita hadapi, pertama apa yang menjadi respon kita kepada Tuhan, apakah kita tetap mengasihi Dia? Seringkali kita marah dan diam putus asa, tidak lagi mau berdoa, kita mulai tidak percaya, disinilah kita di lihat. Apakah kita tetap setia dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita disaat semuanya diijinkan terjadi dalam hidup kita. Kedua, kepada orang yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Orang yang hidup dalam rencana Tuhan, adalah orang yang tidak akan pernah goyah sekalipun bisnis mereka hancur, sekalipun persoalan rumah tangga tidak kunjung selesai, atau pelayanan mereka tidak ada perubahan, tapi Dia tetap percaya dan tetap menjalani dengan iman, bukan menjauhkan dirinya dari pelayanan, Dia tetap akan berusaha dan tetap bekerja, karena dia percaya bahwa tuhan sanggup mengubah keadaan ini menjadi sesuatu yang baik, karena segala sesuatunya bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Karena itu, yakinilah bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 828 Semoga menjadi berkat Banyak hal dalam kehidupan ini yang tidak kita ketahui, benar bukan? Karena kita pada dasarnya sangat terbatas, fana, rapuh, lemah, dan sebenarnya tidak berdaya. Puji Syukur kita memiliki Allah yang Mahatahu, Maha segalanya dan yang sempurna dalam pengetahuan-Nya, dalam rancangan-Nya dan segala sesuatunya, dan beruntungnya kita, kepada Allah yang demikian itu, kita telah mempercayakan hidup kita sejak kita menerima Tuhan Yesus dalam hidup kita. Dari ayat di atas ada 2 hal yang akan kita pelajari 1. Kita tahu Nah, melalui ayat di atas kita dikonfirmasi bahwa ada yang kita TAHU, apa yang kita tahu? “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 828. Jadi, sekalipun banyak sekali hal yang tidak kita ketahui, satu hal yang kita TAHU dan harus kita pegang benar-benar APA YANG KITA TAHU itu dan itu akan sangat membuat perbedaan yang signifikan berarti dalam menjalani hidup ini yaitu, kita TAHU bahwa Allah turut bekerja dalam SEGALA SESUATU untuk mendatangkan KEBAIKAN. Ketika kita merenungkan ayat ini maka merebaknya pandemi Covid-19 ini, ayat ini memberitahu bahwa anak Tuhan TAHU adalah hal yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah. Bagaimana bisa begitu, dan apa kebaikannya, mungkin ada yang bertanya demikian dalam hatinya, tetapi kembali ke ayat itu dikatakan mendatangkan kebaikan, percayalah akan ayat itu, peganglah kata FIRMAN TUHAN. Lanjutkan Bacaan ke halaman selanjutnya Pages 1 2 3 4
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. [Roma 828]Terhadap beberapa hal, seorang percaya sepenuhnya yakin. Ia tahu, misalnya, bahwa Allah duduk di buritan kapal ketika kapal paling tergoncang. Ia percaya bahwa ada tangan yang tidak terlihat selalu mengendalikan kemudi dunia, dan kemanapun takdir membawa, TUHAN mengemudikannya. Pengetahuan yang menenangkan itu menyiapkan dia menghadapi segalanya. Ia meninjau amukan air dan melihat Roh Yesus melangkahi ombak-ombak, dan ia mendengar suara yang berkata, "Aku ini, jangan takut!" [Mat 1427] Ia juga mengetahui Allah senantiasa bijak, dan, mengetahui ini, ia percaya tidak bisa ada kecelakaan, tidak ada kesalahan; tidak ada yang mungkin terjadi jika seharusnya tidak terjadi. Dia dapat berkata, "Jika aku harus kehilangan segala yang aku miliki, maka lebih baik aku kehilangan daripada memiliki, jika itu memang kehendak Allah bencana yang terburuk adalah hal terbijak dan hal terbaik yang mungkin menimpa aku, jika memang itu yang diperintahkan Allah." "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." [Rom 828] Orang Kristen tidak hanya berpegang pada hal ini sebagai teori, tetapi ia mengetahui hal itu sebagai fakta. Segalanya telah bekerja untuk kebaikan hingga kini; campuran obat beracun dalam porsi yang pas telah menyembuhkan kita; potongan tajam pisau bedah telah membersihkan keangkuhan daging dan memudahkan penyembuhannya. Setiap peristiwa hingga kini telah menghasilkan suatu hasil yang paling diberkati secara ilahi; maka, dengan percaya bahwa Allah menguasai segalanya, bahwa Ia memerintah dengan bijak, dan Ia memunculkan kebaikan dari kejahatan, hati seorang percaya ditenangkan, dan dia dimungkinkan untuk bertemu dengan setiap pencobaan dengan tenang. Orang percaya dapat berdoa dalam roh kepasrahan yang sejati, "Kirim aku sesuai dengan kehendak Engkau, Allahku, asalkan itu berasal dari-Mu; tidak terhidang bagian yang rusak di meja-Mu untuk setiap anak-Mu." "Janganlah jiwaku berkata, 'Bagaimana Allah memelihara aku?' Ingat bahwa Yang Maha Kuasa memiliki pelayan di mana-mana. Cara-Nya agung, hati-Nya amatlah baik, Allah tidak pernah mendahului waktu-Nya, dan tidak pernah terlambat." [1]____________________[1] Say Not My Soul, J. J. Lynch, 1948 RENUNGAN PAGI diterjemahkan dari Morning and Evening Daily Readings, Charles H. Spurgeon. Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan. BAGIKAN MELALUI Unfortunately, we currently do not have English devotions available. © 2010–2023 Tim Alkitab © 2010–2023 Quick Bible Team
Berita Lainnya - 11 May 2021 Tuhan Yesus, Aku Percaya bahwa Engkau Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan Roma 828 "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Dua orang laki-laki mengadakan perjalanan jauh. Yang satu adalah orang saleh dan yang satunya adalah orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Di dalam perjalanan tersebut, mereka membawa barang-barang berharga untuk dijual beserta seekor kuda, seekor ayam jantan dan sebuah obor. Sepanjang perjalanan kedua orang tersebut berdiskusi tentang Tuhan. "Tuhan itu sangat baik. Dia selalu merancangkan yang baik bagi kita," kata orang yang saleh. "Aku tidak yakin dengan apa yang engkau katakan dan kita akan melihat apakah Tuhan memang baik selama kita melakukan perjalanan ini," jawab orang yang tidak percaya Tuhan. Menjelang sore, tibalah kedua orang tersebut di sebuah desa dan mereka berharap ada orang yang mau menerima kedatangan mereka. Kedua orang tersebut sudah hampir mendatangi semua rumah di desa itu, tetapi tidak seorangpun yang bersedia menerima mereka. Terpaksa kedua orang itu pergi ke hutan yang tidak jauh dari desa itu. "Kau bilang Tuhan itu baik," kata orang yang tidak percaya Tuhan. "Ya, pasti menurut Tuhan, bermalam di hutan ini merupakan yang terbaik bagi kita," kata si saleh. Setelah menambatkan kuda, mereka pun memasang tenda. Tidak lama berselang, terdengarlah suara binatang buas di tempat di mana mereka menambatkan kuda. Ternyata seekor singa menerkam kuda mereka. Kedua orang itu pun cepat-cepat menyelamatkan diri dengan memanjat pohon besar di sekitar mereka. "Masih beranikah kau mengatakan bahwa Tuhan itu baik?" kata orang yang tidak percaya Tuhan. Si saleh menjawab, "Tahukah kau, kalau singa itu tidak menerkam kuda, maka ia pasti menerkam kita. Tuhan itu baik." Mereka masih berada di atas pohon ketika hembusan angin yang cukup kencang memadamkan obor mereka, sedangkan obor itu merupakan satu-satunya penghangat yang mereka miliki di tengah cuaca yang begitu dingin. "Kelihatannya kebaikan Tuhan begitu nyata sepanjang malam ini," kata orang yang tidak percaya Tuhan dengan nada sinis. Keesokan harinya kedua orang itu kembali masuk desa untuk mencari makanan. Melihat keadaan desa yang porak-poranda, mengertilah mereka bahwa tadi malam desa tersebut telah dijarah oleh sekelompok perampok. "Telah terbukti bahwa Tuhan memang baik. Jika saja tadi malam kita menginap di desa ini, maka barang-barang berharga kita pasti ikut dirampok, dan kalau saja angin tidak memadamkan obor kita, maka perampok-perampok itu pasti bisa melihat barang-barang kita dengan jelas karena kita memasang tenda tidak jauh dari jalan menuju desa ini," kata si saleh. Orang yang tidak percaya pada Tuhan itu hanya tertunduk malu. Orang yang percaya Tuhan akan belajar melihat kebaikan Tuhan melalui kejadian-kejadian yang Tuhan izinkan terjadi. Jangan pernah menilai Tuhan hanya melalui sepotong kejadian, tetapi percayalah bahwa Dia selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita melalui banyak perkara. Tuhan Yesus memberkati. DoaBapa kami yang ada di sorga, seringkali aku tidak dapat memahami cara-Mu, tetapi aku percaya bahwa Engkau bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagiku melalui banyak perkara.
kita tahu sekarang bahwa allah turut bekerja